2015-10-21: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $45.89 (-1.37)
2015-10-21: WRTG: ICE Brent: $48.61 (-1.85)
2015-10-21: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $1.2514 (-0.0766)
2015-10-21: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $1.4491 (-0.0475)
2015-10-21: WRTG: NYMEX Natural Gas: $2.442 (0.012)
2016-02-11: OPEC: Daily Basket Price: $25.21
Wednesday, 17 Januari 2018

Email Cetak

Agenda

Event 

Title:
Seminar Ketahanan Energi dan Peluncuran WEO 2011
When:
15.11.2011 - 15.11.2011
Where:
Lobby Gedung Sekretariat Jenderal DESDM - Jakarta Pusat
Category:
Discussion

Description

Indonesia, di dalam kebijakan energi nasional, yang tengah dalam proses persetujuan DPR, juga telah mencermati dan menangkap situasi dan kondisi global yang berkembang saat ini. Peran energi terbarukan akan terus dioptimalkan, seperti yang terlihat di dalam draft KEN yang menargetkan bahwa pada tahun 2025 peran energi terbarukan akan mencapai lebih dari 25%, minyak bumi kurang dari 23%, sementara gas dan batubara sebagai penyeimbang. Selain itu, Indonesia juga menargetkan penurunan elastisitas energi kurang dari 1 serta meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 93% pada tahun 2025.

Untuk mewujudkan target tersebut, salah satu kebijakan Pemerintah di bidang energi yang terus dilakukan adalah optimalisasi efisiensi dan konservasi energi. Hal ini didukung dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah No.70 tahun 2009 tentang Konservasi Energi dan perumusan RPP Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBT). Di waktu bersamaan, peran energi fosil yang masih cukup besar juga terus diperhatikan ketersediaan pasokannya untuk menjamin proses pembangunan nasional. Lebih lanjut, sebagai upaya memastikan ketersediaan energi dalam kerangka ketahanan energi, Pemerintah melalui Dewan Energi Nasional (DEN) mulai menyusun dokumen Prosedur Kesiapan Darurat Energi Nasional dan sebagai regulasi pendukung, Pemerintah tengah menyusun RPP Ketahanan Energi.

Hal lain yang juga menjadi kepedulian (concern) Pemerintah adalah peran serta Indonesia dalam aksi mitigasi global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yang sesuai dengan pernyataan Presiden SBY pada saat KTT G-20 di Pittsburgh tahun 2009, bahwa Indonesia secara sukarela akan mengurangi emisi CO2 sebesar 26% dari kondisi BaU (Business as Usual) dan 41% dari kondisi BaU (dengan bantuan pihak lain) pada tahun 2020. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan identifikasi untuk upaya penerapan penyimpanan tangkapan gas CO2 (Carbon Capture Storage) di Indonesia. Kesemua upaya ini merupakan implementasi kebijakan energi nasional, yang pada akhirnya akan bermuara pada ketersediaan pasokan energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi nasional.

II.    TUJUAN
Kegiatan ini bertujuan untuk melihat dan meninjau kembali kebijakan energi nasional dalam rangka memperkuat ketahanan energi, sekaligus meluncurkan Buku World Energy Outlook 2011 yang diterbitkan oleh IEA.

III.    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Kegiatan Seminar dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 15 November 2011, bertempat di Ruang Auditorium Lantai 10 Gedung KESDM, Jakarta.

IV.    PESERTA
Stakeholders energi terdiri dari instansi pemerintah pusat/daerah, BUMN, swasta, asosiasi, organisasi, perguruan tinggi dan pakar.

Venue

Venue:
Lobby Gedung Sekretariat Jenderal DESDM
Street:
Jl. Medan Merdeka Selatan No.18
City:
Jakarta Pusat

Description

Sorry, no description available