2015-10-21: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $45.89 (-1.37)
2015-10-21: WRTG: ICE Brent: $48.61 (-1.85)
2015-10-21: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $1.2514 (-0.0766)
2015-10-21: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $1.4491 (-0.0475)
2015-10-21: WRTG: NYMEX Natural Gas: $2.442 (0.012)
2016-02-11: OPEC: Daily Basket Price: $25.21
Rabu, 17 Januari 2018

Berita

UMUM

Menteri ESDM: Bangun Energi Bersih

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memberikan pengarahan kepada seluruh pejabat eselon I hingga IV serta pengelola keuangan Kementerian ESDM, Kamis (24/4), di Gedung Pusat Arsip Kementerian ESDM. Pengarahan tersebut diselenggarakan guna menindaklanjuti pengarahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai Fungsi Pemerintahan dalam Pelaksanaan APBN, Senin (22/3) lalu.

Dalam paparannya, Sudirman berpesan kepada seluruh pejabat untuk mengubah ideologi kerja Kementerian ESDM. “Kerja kita sekarang adalah transformasi dua hal. Satu, mengubah dari komoditi menjadi pendorong ekonomi, yang kedua mengubah dari fosil menjadi energi baru terbarukan. Itu yang akan menjadi rencana kita. Sepuluh tahun yang lalu kita mengeluarkan 260 triliun untuk mensubsidi sesuatu yang terbakar habis, polluted, kemudian mengalami ketergantungan kepada impor,” papar Sudirman.

“Untuk bahan bakar fosil kita simpan cadangannya, kita tata supaya suatu ketika digunakan ketika dibutuhkan. Tapi yang akan didorong adalah energi baru, yang kira-kira hanya dengan 260 triliun, yang akan kita bangun adalah energi yang bersih, energi yang mampu menjangkau daerah terpencil karena karakternya, kemudian bisa mewujudkan percepatan, dan begitu dibangun, betul-betul kita bisa mandiri dan berkelanjutan. Ini adalah cara berpikir yang harus kita pupuk bersama-sama,” tegas Sudirman.

Di akhir paparannya, Sudirman mengingatkan para pejabat untuk terus mengingat empat kata kunci, yakni: keterbukaan, kompetensi, infrastruktur, dan deregulasi. “Bahwa kita menghadapi keterbukaan, bahwa kita menghadapi kompetensi, bahwa kita harus ngebut bangun infrastruktur, dan bahwa kita mesti habis-habisan melakukan deregulasi,” tutup Sudirman. (DKD)

PDFCetakE-mail